Tampilkan postingan dengan label Jelajah Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jelajah Alam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Mei 2016

Danau Toba



Danau Toba adalah sebuah danau tekto-vulkanik dengan ukuran panjang 100 KM dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera UtaraIndonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.
Diperkirakan Danau Toba terbentuk saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa jumlah total material pada letusan sekitar 2.800 km3 -sekitar 2.000 km3 dari Ignimbrit yang mengalir di atas tanah, dan sekitar 800 km3 yang jatuh sebagai abu terutama ke barat. Aliran piroklastik dari letusan menghancurkan area seluas 20.000 km2, dengan deposito abu setebal 600 m dengan kawah utama.
Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia, mengungkapkan dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat bahwa telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler oleh para ahli geologi di selatan dan utara India. Di situs itu terungkap bagaimana orang bertahan hidup, sebelum dan sesudah letusan gunung berapi (supervolcano) Toba pada 74.000 tahun yang lalu, dan bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abu Gunung Toba. Padahal sumber letusan berjarak 3.000 mil, dari sebaran abunya.Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan kepunahan pada beberapa spesies makhluk hidup. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya. Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.
Selama tujuh tahun, para ahli dari universitas Oxford tersebut meneliti proyek ekosistem di India, untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul. Daerah dengan luas ribuan hektare ini ternyata hanya sabana (padang rumput). Sementara tulang belulang hewan berserakan. Tim menyimpulkan, daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi debu dari letusan gunung berapi purba.
Penyebaran debu gunung berapi itu sangat luas, ditemukan hampir di seluruh dunia. Berasal dari sebuah erupsi supervolcano purba, yaitu Gunung Toba. Dugaan mengarah ke Gunung Toba, karena ditemukan bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama di 2100 titik. Sejak kaldera kawah yang kini jadi danau Toba di Indonesia, hingga 3000 mil, dari sumber letusan. Bahkan yang cukup mengejutkan, ternyata penyebaran debu itu sampai terekam hingga Kutub Utara. Hal ini mengingatkan para ahli, betapa dahsyatnya letusan super gunung berapi Toba kala itu.

Kamis, 19 Mei 2016

Jam Gadang


Jam Gadang, karena keterbatasan
kamera gambar kurang bagus
Jam Gadang adalah nama untuk menara jam yang terletak di pusat kota BukittinggiSumatera BaratIndonesia. Menara jam ini memiliki jam dengan ukuran besar di empat sisinya sehingga dinamakan Jam Gadang, sebutan bahasa Minangkabau yang berarti "jam besar".
Selain sebagai pusat penanda kota Bukittinggi, Jam Gadang juga telah dijadikan sebagai objek wisata dengan diperluasnya taman di sekitar menara jam ini. Taman tersebut menjadi ruang interaksi masyarakat baik di hari kerja maupun di hari libur. Acara-acara yang sifatnya umum biasanya diselenggarakan di sekitar taman dekat menara jam ini.

Struktur[sunting | sunting sumber]

Jam Gadang memiliki denah dasar seluas 13 x 4 meter. Bagian dalam menara jam setinggi 26 meter ini terdiri dari beberapa tingkat, dengan tingkat teratas merupakan tempat penyimpanan bandul. Bandul tersebut sempat patah hingga harus diganti akibat gempa pada tahun 2007.
Terdapat 4 jam dengan diameter masing-masing 80 cm pada Jam Gadang. Jam tersebut didatangkan langsung dariRotterdamBelanda melalui pelabuhan Teluk Bayur dan digerakkan secara mekanik oleh mesin yang hanya dibuat 2 unit di dunia, yaitu Jam Gadang itu sendiri dan Big Ben di LondonInggris. Mesin jam dan permukaan jam terletak pada satu tingkat di bawah tingkat paling atas. Pada bagian lonceng tertera pabrik pembuat jam yaitu Vortmann Relinghausen. Vortman adalah nama belakang pembuat jam, Benhard Vortmann, sedangkan Recklinghausen adalah nama kota diJerman yang merupakan tempat diproduksinya mesin jam pada tahun 1892.
Jam Gadang dibangun tanpa menggunakan besi peyangga dan adukan semen. Campurannya hanya kapurputih telur, dan pasir putih.

Sejarah


Jam Gadang selesai dibangun pada tahunFort de Kock (sekarang Kota Bukittinggi) pada masa pemerintahan Hindia-Belanda. Arsitektur menara jam ini dirancang oleh Yazid Rajo Mangkuto, sedangkan peletakan batu pertama dilakukan oleh putra pertama Rook Maker yang pada saat itu masih berusia 6 tahun.
1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris atau controleur 
Pembangunan Jam Gadang menghabiskan biaya sekitar 3.000 Gulden, biaya yang tergolong fantastis untuk ukuran waktu itu. Sehingga sejak dibangun dan sejak diresmikannya, menara jam ini telah menjadi pusat perhatian setiap orang. Hal itu pula yang mengakibatkan Jam Gadang kemudian dijadikan sebagai penanda atau markah tanah dan juga titik nol Kota Bukittinggi.[1]
Sejak didirikan, menara jam ini telah mengalami tiga kali perubahan pada bentuk atapnya. Awal didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda, atap pada Jam Gadang berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur di atasnya. Kemudian pada masa pendudukan Jepang diubah menjadi bentuk pagoda. Terakhir setelah Indonesiamerdeka, atap pada Jam Gadang diubah menjadi bentuk gonjong atau atap pada rumah adat MinangkabauRumah Gadang.
Renovasi terakhir yang dilakukan pada Jam Gadang adalah pada tahun 2010 oleh Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) dengan dukungan pemerintah kota Bukittinggi dan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta. Renovasi tersebut diresmikan tepat pada ulang tahun kota Bukittinggi yang ke-262 pada tanggal 22 Desember 2010


Pantai Padang Pariaman

Add caption



Ini merupaka salah satu pantai yang terdapat di daerah Padang Sumater Barat, saya tidak ingat apa nama pantai ini, yang saya ingat pantai ini banyak terdapat bebatuan, ombak yang sangat besar dan angin yang selalu bertiup dengan kencang. Meskipun demikian masih banyak kegiatan nelayan terlihat mencari ikan di tengah-tengah laut.
Masa itu saya pergi ke daerah tersebut karena atas tugas dari kantor dan sekalian ada sedikit kegiatan sosial karena bertepatan dengan gempat bumi yang terjadi di Padang  Sumatera Barat. 
setelah itu perjalann kami lanjutkan ke Bukit Tinggi masih daerah Sumatera Barat. Disana terdapat icon kebanggaan yaitu jam Gadang.

Selasa, 17 Mei 2016

Bandara Tambolaka NTT

Bandara Tambolaka (kode IATATMC) adalah sebuah bandar udara yang terletak di Kabupaten Sumba Barat Daya,Nusa Tenggara Timur. Bandara ini memiliki landas pacu sepanjang 1.800 meter.
Bandara Tambolaka adalah bandara lama peninggalan Jepang pada tahun 1945. Tambolaka kemudian diperbaiki pada tahun 1982 dengan pengaspalan dan perbaikan landas pacu untuk pesawat kecil jenis DC-3Twin Otter, danCassa. Tahun 1996, landas pacunya kembali diperpanjang hingga dapat didarati pesawat berjenis Fokker 27. Kemudian pada 2005 dilakukan lagi penebalan dan perpanjangan hingga mencapai 1.600 meter sehingga dapat menampung pesawat berjenis Fokker 28. Kemudian diperpanjang lagi menjadi 1.800 meter sehingga dapat menampung pesawat berjenis Fokker 100. Panjang landasan pacu (run way) Bandara Tambolaka hingga Tahun 2015 ini total panjang Landas Pacu 2.300 M dengan Lebar 45 M dengan Arah Threshold Runway 10/28, berukuran 2,300 by 45 metre (7,546 × 148 ft), lebar 45 meter tanggal 30 Juli 2014.

Menara ATC yang baru selesai dibuat


Ruang Tunggu Bandara Dilihat dari Menara Pemantau
ATC

Runway Bandara Tambolaka
Setelah penerbangan terakhir
Add caption
Salah satu pantai di Sumba Barat Daya

Selesai mengerjakan tugas waktunya
memancing di laut lepas

Maskapai penerbangan dan tujuan[sunting | sunting sumber]

MaskapaiTujuan
Merpati Nusantara AirlinesDenpasarKupangWaingapu
TransNusa Air ServicesDenpasarEndeKupang
Wings AirDenpasarKarawang (masih dibangun)
Garuda IndonesiaDenpasar (Dimulai 18 Desember 2013), Labuan Bajo (Dimulai 18 Desember 2013)

Melintasi Kota Surabaya

Kota Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa TimurIndonesia sekaligus menjadi kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota Surabaya juga merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di Jawa Timur serta wilayah Indonesia bagian timur. Kota ini terletak 796 km sebelah timur Jakarta, atau 415 km sebelah barat laut DenpasarBali. Surabaya terletak di tepi pantai utara Pulau Jawa dan berhadapan dengan Selat Madura serta Laut Jawa.
Surabaya memiliki luas sekitar 333,063 km² dengan penduduknya berjumlah 2.909.257 jiwa (2015). Daerah metropolitan Surabaya yaitu Gerbangkertosusila yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa, adalah kawasan metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek. Surabaya dilayani oleh sebuah bandar udara, yakni Bandar Udara Internasional Juanda, serta dua pelabuhan, yakni Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Ujung.
Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan Arek-Arek Suroboyo (Pemuda-Pemuda Surabaya) untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah.
Etimologi
Kata Surabaya (bahasa Jawa KunaŚūrabhaya) sering diartikan secara filosofis sebagai lambang perjuangan antara darat dan air. Selain itu, dari kata Surabaya juga muncul mitos pertempuran antara ikan sura / suro (ikan hiu) dan baya / boyo (buaya), yang menimbulkan dugaan bahwa terbentuknya nama "Surabaya" muncul setelah terjadinya pertempuran tersebut.

Asal-usul Surabaya

Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, seperti yang tercantum dalam prasasti Trowulan I, berangka 1358 M. Dalam prasasti tersebut terungkap bahwa Surabaya (Churabhaya) masih berupa desa di tepi sungai Brantas dan juga sebagai salah satu tempat penyeberangan penting sepanjang daerah aliran sungai Brantas. Surabaya juga tercantum dalam pujasastra Kakawin Nagarakretagama yang ditulis oleh Empu Prapañca yang bercerita tentang perjalanan pesiar Raja Hayam Wuruk pada tahun 1365 M dalam pupuh XVII (bait ke-5, baris terakhir).
Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M (Prasasti Trowulan) dan 1365 M (Nagarakretagama), para ahli menduga bahwa wilayah Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tersebut. Menurut pendapat budayawan Surabaya berkebangsaan Jerman Von Faber, wilayah Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh Raja Kertanegara sebagai tempat permukiman baru bagi para prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan di tahun 1270 M. Pendapat yang lainnya mengatakan bahwa Surabaya dahulu merupakan sebuah daerah yang bernama Ujung Galuh.
Lambang kota Surabaya
pada masa 
Hindia Belanda (1934).


Versi lain mengatakan bahwa Surabaya berasal dari cerita tentang perkelahian hidup dan mati antara Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon setelah mengalahkan pasukan Kekaisaran Mongol utusan Kubilai Khan atau yang dikenal dengan pasukan Tartar, Raden Wijaya mendirikan sebuah keraton di daerah Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama karena menguasai ilmu buaya, Jayengrono semakin kuat dan mandiri sehingga mengancam kedaulatan Kerajaan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono, maka diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu sura.
Adu kesaktian dilakukan di pinggir Kali Mas, di wilayah Peneleh. Perkelahian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal setelah kehilangan tenaga.
Nama ÅšÅ«rabhaya sendiri dikukuhkan sebagai nama resmi pada abad ke-14 oleh penguasa Ujung Galuh, Arya Lêmbu Sora.
sumber : Wikipedia



Selasa, 12 April 2011

Gunung Kerinci

      Gunung Kerinci (juga dieja "Kerintji", dan dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung  tertinggi di Sumatera, berlokasi di Jambi  berketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra.  Kerinci masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 2009.
     Suhu udara rata-rata bervariasi yaitu 28°C di dataran rendah, 20°C di lembah kerinci dan 9°C di puncak Gunung Kerinci. Pada ketinggian 3805 m dpl, menawarkan pemandangan keempat penjuru mata angin yang sangat mengagumkan, karena gunung kerinci di kelilingi oleh ribuan hektar kebuh teh yang siap dipanen.
  

Senin, 14 Maret 2011

Danau Toba

Danau Toba adalah Tasik terbesar di Indonesia, dengan 100 kilometer panjanganya serta 30km lebarnya. Terletak dibagian tengah utara Sumatera, dengan atas permukaan setinggi lebing kurang 900 meter (3.000 kaki), tasik ini terbentang dari 2.88° U 98.52°T ke 2.35°U 99.1°T.

Tasik ialah sejenis sifat rupa bumi atau sifat fizikal yang berbentuk takungan air pedalaman yang bukan bagian dari lautan, yang lebih besar dan dalam berbanding kolam, airnya mengalir perlahan tetapi tidak semestinya, ditempatkan di bawah lembangan (satu lagi ciri-ciri rupa bumi) dan disalurkan oleh sungai.


Tasik-tasik semula jadi biasanya terdapat di kawasan pergunungan, zon rengkahan, dan kawasan yang baru atau sering mengalami pengglasiran atau glasier ialah sungai ais yang bergerak perlahan dan berdsaiz besar. Tasik-tasik lain pula dijumpai dilembangan endoreik atau sepanjang aliran sungai matang. Di sesetengah tempat di dunia terdapat banyak sekali tasik kesan corak-corak penyaliran camuk yang ditinggalkan dari zman azis yang lalu. Semua tasik hanya wujud sementara sepanjang skala masa geologi, kerana lambat-laun tasik akan ditimbus mendapan atau tumpah keluar dari lembangan yang menakungnya.

Kebanyakan penduduk di sekeliling Danau Toba adalah orang Batak. Rumah-rumah Batak tradisional dikenali oleh bumbung-bumbung tersendiri (yang melengkung ke atas pada setiap hujungnya, seolah-olah badan kapal) serta hiasan-hiasan yang berwarna-warni.
 

Selasa, 04 Mei 2010

Gunung Kelud

Sejak abad ke-15, Gunung Kelud telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa. Sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 1926 dan mash berfungsi hingga kini setelah letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukimna penduduk.
Pada abad ke-20, Gunung Kelud tercatat meletus pada tahun 1901, 1919 (1Mei) 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung ini kembali meningkat aktivitasnya. Pola ini membawa para ahli gunung api pada siklus 15 tahunan bagi letusan gunung ini.
Aktivitas gunung ini meningkat pada akhir September 2007 dan masih terus berlanjut hingga November tahun yang sama, ditandai dengan meningkatnya suhu air danau kawah, peningkatan kegempaan tremor, serta perubahan warna danau kawah dari kehijauan menjadi putih keruh. Status "awas" (tertinggi) dikeluarkan oleh pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sejak 16 Oktober 2007 yang berimplikasi penduduk dalam radius 10 km dari gunung (lebih kurang 135.000 jiwa) yang tinggal di lereng gunung tersebut harus mengungsi. Namun letusan tidak terjadi.
Setelah sempat agak mereda, aktivitas Gunung Kelud kembali meningkat sejak 30 Oktober 2007 dengan peningkatan pesat suhu air danau kawah dan kegempaan vulkanik dangkal. Pada tanggal 3 November 2007 sekitar pukul 16.00 suhu air danau melebihi 74 derajat Celsius, jauh di atas normal gejala letusan sebesar 40 derajat Celsius, sehingga menyebabkan alat pengukur suhu rusak. Getaran gempa tremor dengan amplitudo besar (lebih dari 35mm) menyebabkan petugas pengawas harus mengungsi, namun kembali tidak terjadi letusan.
Akibat aktivitas tinggi tersebut terjdi gejala unik yang baru terjadi dalam sejarah Kelud dengan munculnya asap putih dari tengah danau diikuti dengan kubah lava dari tengah-tengah danau kawah sejak tanggal 5 November 2007 dan terus "tumbuh" hingga berukuran selebar 100m. Para ahli menganggap kubah lava inilah yang menyumbat saluran magma sehingga letusan tidak segera terjadi. Energi untuk letusan dipakai untuk mendorong kubah lava sisa letusan tahun 1990.
Sejak peristiwa tersebut aktivitas pelepasan energi semakin berkurang dan pada tanggal 8 November 2007 status Gunung Kelud diturunkan menjadi "siaga" (tingkat 3).
Hingga saat ini kubah lava semakin membesar dan bertambah tinggi.

Tinggi
1.731 m (5,679 kaki)
Letak
Jawa Timur, Indonesia
Koordinat
7°55′48″S 112°18′29″E /
7.93°LS 112.308°BT
Jenis
Stratovolcano
Lengkung/sabuk vulkanik
Cincin Api Pasifik
Letusan terakhir
2007
Listing
Spesial Ribu


Sekarang muncullah beberapa sumber air panas yg keluar yang diperkirakan keluar dari gundukan lava tersebut, yang sekarang jadi tempat wisata favorit sering dikunjungi Wisatawan Mancanegara dan domistik baik warga sekitar Kediri maupun dari kota-kota besar lainya.
Mereka ingin melihat langsung air panas yg mengalir tersebut, karena kandungan belerangnya sangat tinggi dipercaya bisa menyembuhkan penyakit gatal2.



Rabu, 28 April 2010

Pelabuhan Merak

Pelabuhan Merak



Sebelum menyeberangi selat sunda kami harus melalui pelabuhan merak Jakarta, Kami menaiki Kapal Ferry menuju Pelabuhan Bakahuni Bandar Lampung.

Jakarta, 30 Maret 2009

Minggu, 05 April 2009

Kota Agung Lampung

Kota Agung Lampung
Pasar Madang Kota Agung Tanggamus-Lampung



Di pantai sedang banyak para nelayan yang sedang melaut mencari ikan, warga setempat mata pencaharianya rata-rata mencari ikan, dan ikan yang paling banyak disana Pindang Tongkol. Warga masyrakat sehari bisa 2x melaut, pagi jam 7 dan sore jam 5 mereka mengumpulkan ikan dari laut. yang kemudian di lelang di TPI (tempat pelelangan ikan).
jika saat panen bisa mencapai puluhan ton ikan pindang tongkol dan harga bisa mencapai 500,- per biji, dan jika tidak ada ikan, yang tadinya 500 perak /biji bisa menjadi 3000 perak/biji.
kami disana bersama Ust. Mulyono dan keluarga dari Jombang Jawa TImur yang sudah lama menikah dan menetap di Pasar Madang.
Kota Agung, 01 April 2009



Pelabuhan Merak



Sebelum menyeberangi selat sunda kami harus melalui pelabuhan merak Jakarta, Kami menaiki Kapal Ferry menuju Pelabuhan Bakahuni Bandar Lampung.

Jakarta, 30 Maret 2009

Merantau ke lampung

Pelabuhan Merak
Sebelum menyeberangi selat sunda kami harus melalui pelabuhan merak Jakarta, Kami menaiki Kapal ferry menuju Pelabuhan Bakahuni Bandar Lampung.
Jakarta, 30 Maret 2009

Minggu, 22 Maret 2009

Perjalanan Menuju Takengon

Danau Laut Tawar adalah sebuah danau dan kawasan wisata yang terletak di Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah Suku Gayomenyebutnya dengan Danau Lut Tawar. Luasnya kira-kira 5.472 hektar dengan panjang 17 km dan lebar 3,219 km. Volume airnya kira-kira 2.537.483.884 m³ (2,5 triliun liter).



19 Februari 2009
Perjalanan Menuju Kota Takengon Aceh Tengah, menuju rumah Kepala Dinas Pendidikan Kota Takengon. Salah satu rumah penduduk jauh dari keramain kota jauh dari kebisingan kota.









Kondisi Jalan menuju kota takengon, kota yang berada di Aceh Tengah, kota yang berada di tengah-tengah pegunugan pemandangan sangat menakjubkan.







Danau Laut Tawar


Desa Takengon Aceh Tengah



Jumat, 13 Maret 2009

air terjun dolo-kediri-jawa timur



















(kamis,12 maret 2009, 14.30 WIB)
lokasi kawasan air terjun DOLO,Desa Besuki kec. mojo kab.Kediri.

***
Winder Waltz...
Sekuntum kedamaian kupersembahkan padamu...lintang yang tak pernah diam
Senyuman kasih ini kuikhlaskan hanya untukmu
Di kaki ini kita berdiri tanpa celah dan sekat yang menghalangi
Aku ingin berbagi ketenangan bersamamu, disaat mata ini terpejam dan ketika sukma lembut terdiam
Rasakan tarian napas alam yang menghijau dan menyejukkan ini
Sirnakan kegundahan yang ada dan lepaskan semua bebanmu
Putih kabut ini sedingin telapak tangan merasa
Jiwa-jiwa ini telah hidup kembali bersama mimpi-mimpi yang belum mati
Nikmati alunan yang ada...
Dan disini kita bisa merindu pada keajaiban alam yang mempesona.

Kitaro in my room, 10.03.2009, 22.30 WIB
(ming’s_jiejah)

***

Kamis, 05 Maret 2009

gunung klotok - kediri - jawa timur









(5maret 2009,15:20 WIB,foto diambil di desa SELOPANGGUNG KEC.SEMEN KAB.KEDIRI) sore itu di tengah gerimis yang sepi, sepulang dari rumah saudara di desa. tidak pernah kusangka bahwa di kotaku kediri-jawa timur masih tersimpan pemandangan yang indah dan mempesona. gunung itu masih mengeluarkan aura kecantikannya ketika musim penghujan, meskipun toh pada saat musim kemarau sering kali kebakaran merusak pesonanya. GUNUNG KLOTOK namanya , sudah tidak asing lagi di telinga warga kediri Karena di sekitar area gunung itu sekarang sudah dibangun tempat2 untuk melepaskan kejenuhan sejenak ketika musim liburan ataupun hari2 biasa seperti kolam renang,museum dan arena bermain. di situ juga ada peninggalan sejarah yang sampai sekarang masih terawat dengan baik namanya gua SELOMANGKLENG.
***
sedikit cerita tentang gua itu karena juga termasuk dalam sejarah perkembangan kerajaan kediri. dahulu kala ketika kerajaan kediri berjaya hiduplah seorang putri yang bernama KILISUCI,karena kecantikannya yang tersohor pada jaman itu banyak juga raja dan pangeran yang ingin memperistri kilisuci, salah satunya KLONOSEWANDONO. karena kecantikannya itulah kilisuci kadangkala bersifat sombong menerima pinangan para lelaki. pada saat klonosewandono melamar kilisuci,maka kilisuci minta syarat yaitu untuk membangun tempat bertapa di gunung klotok. setelah tempat bertapa jadi ternyata kilisuci tidak langsung menerima pinangan klonosewandono, ternyata kilisuci juga dilamar dengan RADEN PANJI ASMOROBANGUN yang juga dari kediri. akhirnya terjadilah peperangan antara klonosewandono dengan panji asmorobangun untuk memperebutkan hati kilisuci,pada akhirnya klonosewandono kalah dan pulang ke kerajaaanya. menikahlah putri kilisuci dengan raden panji asmorobangun.
***
sebelah selatan gunung klotok juga ada tempat yang tak kalah terkenal di kalangan umat katolik yaitu gereja puhsarang. yang sekarang juga dibangun dengan baik.
(ming's_jiejah)